Kerangka Khotbah

    Bahan-bahan khotbah berseri ini hanyalah konsep yang dimaksudkan membantu rekan-rekan gembala jemaat yang mungkin ingin mengembangkan gagasan di dalam berkhotbah. Penulis tentu tidak bermaksud mengajari berkhotbah. Bahan-bahan ini hanya sekedar memberi gambaran mengenai pola pengembangan ide khotbah dan sistematika di dalam menyajikan khotbah.

Bahan-bahan khotbah ini bisa dikhotbahkan secara berseri sesuai dengan tema-tema besarnya yang terdiri dari tiga tema, yang berarti dikhotbahkan tiga kali.  Tetapi bisa juga dikhotbahkan secara berseri sesuai dengan sub-sub tema. Di dalam setiap tema besar terdapat sub-sub tema yang diberi angka-angka Romawi.

Tentu saja rekan-rekan gembala boleh mengkhotbahkan bahan-bahan ini jika memang sesuai dengan kondisi kebutuhan jemaat setempat, dan jika Roh Kudus menggerakkan Anda. Dan di atas semuanya itu, jangan lupa menghayati dan merenungkan bahan-bahan ini melalui doa-doa persiapan.

Selamat melayani, salam hangat dari saya untuk keluarga dan jemaat Anda. Doa saya selalu menyertai Anda. God Bless you!!

1.  PERTOLONGAN DARI  ATAS

Mazmur 124:1-8

Mazmur 124 berisi perenungan berbagai pengalaman hidup bangsa Israel masa lalu.  Hidup yang telah dilalui selalu dibayang-bayangi dengan bahaya. Namun mereka menyadari bahwa Allah berkarya secara terus menerus sepanjang sejarah hidup mereka.      

Pernyataan: “Pertolongan kita dari Tuhan” adalah prinsip iman, yang  memberi pengharapan, semangat hidup, dan jaminan bagi umat Allah.

I.      GAMBARAN SANG PENOLONG   

A.      Dia adalah  Pencipta langit dan bumi: at. 8.

Sebagai Pencipta, Ia adalah Pengada, Pemilik, dan Pengatur segala sesuatu 

B.       Dia adalah Penguasa mutlak atas alam semesta.  Maz.121:1- segala kekuatan dan kekuasaan  tunduk kepada-Nya. 

II.   BENTUK-BENTUK PERTOLONGAN

A.       Keberpihakan: at. 1-2.

Dalam situasi-situasi khusus, Allah menolong dengan cara memihak atau berdiri di pihak umat-Nya.

1.        Ketika Israel menghadapi perlawanan dan ancaman, Allah tampil memihak mereka; Kel. 14:13-14.

2.        Ketika Israel mengalami penindasan, Allah bertindak keras membela mereka; Kel. 14:30-31.

3.        Ketika wabah maut merenggut nyawa ribuan orang, Allah menyelamatkan umat-Nya; Maz. 91:5-8.

Mengapa Allah berpihak? Allah sebagai Penguasa mutlak, bebas menentukan apa yang Dia akan lakukan.  Dan apapun yang dilakukannya selalu benar:  Roma 9:13.

B.       Perlakuan Secara Khusus: at. 4-6

Allah selalu memperlakukan umat-Nya berbeda dari semua      

1.        Allah mengangkat mereka saat jatuh: Maz.37:23-24

2.        Allah mencukupi supaya tidak mengemis: Maz. 37:25-26

3.        Allah menjaga dengan setia: Maz. 121:5-8.

4.        Memaafkan dan tidak menghukum: Maz. 32:5;103:3

III.          PERTOLONGAN BERSYARAT

Pertolongan dari Tuhan – memang berdasarkan kehendak-Nya, tetapi bukan tanpa syarat. Alkitab menunjukkan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menerima pertolognan dari atas:  

A.      Takut akan Tuhan: Maz. 128:1-6 – suami yang takut  Tuhan, keluarganya diberkati.

B.       Tulus hati: Maz. 24:4-5 – orang yang tulus akan menerima berkat dan pembelaan

C.       Setia  seumur hidup: Maz. 27:4-5 – orang yang setia akan dilindungi dari bahaya-bahaya maut.

Konklusi.

Kita hanya mengharapkan pertolongan dari Tuhan.    Pertolongan dari Tuhan menuntut sikap: takut akan Tuhan,  tulus hati, dan setia sampai akhir.

2.   BERKAT-BERKAT DARI ATAS

Maz. 133:1-3

 

Para peziarah datang ke bait Allah di Yesusalem untuk menunggu berkat-berkat dari Allah.  Jemaat Israel meyakini bahwa semua berkat kehidupan datang dari atas –Tuhan.  

 

I.           OTORITAS MEMBERKATI ADA PADA ALLAH.

A.         Allah yang memerintahkan berkat: at.3.

1.  Allah berkuasa mencurahkan atau menghentikan berkat.

2.     Allah mengendalikan ke mana berkat-berkat mengalir.  

B.      Allah  yang membuat berhasil: 1 Sam. 2:7; Ayub 1:21.

C.     Tanpa perkenan Allah, semua usaha manusia akan sia-sia   Amsal 10:32

II.   SASARAN BERKAT-BERKAT ALLAH

A.       Mereka yang hidup baik dan indah: at. 1

1.        Hidup  bebas dari konflik.

2.        Hidup dengan rukun – harmoni, akrab,

B.       Ke gunung-gunung Sion – at.3a

1.        Rumah Allah – tempat kemah Daud.

2.        Tempat penyembahan

Atau kepada mereka yang beribadah dan menyembah di dalam rumah Tuhan.

II.         PROSES DATANGNYA BERKAT-BERKAT DARI ATAS

A.            Mengalir seperti minyak –perlahan, kecil: at. 2. Mengalir sedikit demi sedikit, perlahan-lahan tetapi pasti dan   tidak terputus. 

B.     Mengalir seperti embun: at. 3a. Embun dari Hermon mengalir setiap pagi saat matahari mulai   terbit

C.     Mengalir selama-lamanya: at. 3c.Berkat-berkat dari Atas  langgeng.

Berkat-berkat dari Atas selalu menggunakan prinsip proses. Dimulai dari yang kecil, dari yang sedikit, lalu menjadi besar dan banyak.

1.     Satu biji sawi berproses menjadi pohon besar: Mar. 4:31-34.

2.     Dua/lima talenta berproses lalu diserahi kerajaan: Mat. 25:21,23

Konklusi:

Sikap mengandalkan Tuhan – Yang di atas – untuk mendapatkan berkat, rejeki, adalah cara yang paling logis, baik secara Alkitab maupun secara manusiawi.  Sebab Tuhanlah yang memiliki otoritas  atas segala harta benda di dunia.

 

 

3.  PEMELIHARAAN DARI ATAS

Maz. 121:1-8

Salah satu prinsip penting dalam iman bangsa Israel adalah kemahakuasaan Allah. Lagu-lagu mereka berisi  pemujaan pada Allah sebagai Pencipta,  Pengada, dan Pemelihara segala sesutu – tema…

 

I.          PEMELIHARAAN ALLAH MENCAKUP SELURUH ASPEK HIDUP KITA.   

A.      Aspek kesehatan: Tuhan menjaga dari sakit penyakit: at. 6. 

Virus penyakit bagai anak panah di sekitar kita: 91:4-6

B.       Aspek keamanan: Tuhan menjaga dari bahaya-bahaya maut:  at. 7. Kecelakaan, bencana, ancaman orang jahat: 91:9-12

C.       Aspek ekonomi: Tuhan menjaga dari kekuarangan/kelaparan

Ketika terjadi krisis ekonomi, Tuhan mencukupi kebutuhan umat-Nya; 34:10; 37:25.

·        Tidak ada segi dalam hidup ini yang perlu dicemaskan, karena semuanya berada dalam pemeliharaan dari Atas.

II.        PEMELIHARAAN ALLAH BERSIFAT KETAT

A.      Allah selalu mengontrol kondisi kesehatan fisik kita.

Ia tidak membiarkan kakimu goyah lalu engkau jatuh: at. 3,

B.       Tuhan mengontrol seluruh waktu kita.

Ia tidak mengantuk, terlelap, sehingga tidak ada peluang kebobolan: at. 4,

C.       Tuhan mengontrol langkah-langkah kita.

Tuhan berjalan di sisi kita saat keluar atau masuk: At. 5,8.

·       Pemeliharaan ketat ini membuat iblis stres, karena ia tidak menemukan celah dan peluang untuk masuk; Ayub 1:10.

III.     ALLAH MEMELIHARA SESUAI DENGAN HUKUM-HUKUM-NYA

Masalah: Tuhan mahakuasa tetapi mengapa umat-Nya ditimpa sakit penyakit  bencana,  cobaan, dll…

Prinsip: Kemahakuasaan Allah berlaku sesuai dengan hukum-hukum tertulis di dalam Alkitab.

A.  Hukum ibadah: Kel. 23:25. Ibadah adalau suatu keharusan. Allah akan memelihara dari penyakit dan kekuarangan jika menjalankan hukum ibadah.

B.    Hukum Ketaatan: Yos. 1:7-8. Taat secara total.

Allah akan membuat kita selalu berhasil dan beruntung jika kita taat sepenuhnya pada hukum-hukum yang tertulis di dalam Firman-Nya.

C.    Hukum Persepuluhan: Mal. 3:8-10- Semua Persepuluhan harus dibawa ke rumah Allah.

Jika hukum persepuluhan dilaksanakan dengan setia, Allah akan melimpahkan berkat-Nya atas kita.

 

 Konklusi:

Orang-orang yang beriman kepada Tuhan Sang Pencipta, seharusnya tidak perlu dan tidak ada alasan untuk takut atau kuatir karena Allah sudah memberi jaminan pemeliharaan menyeluruh.

 

Hanya saja perlu disadari bahwa pemeliharaan menyeluruh dari Allah hanya berlaku bagi mereka yang mematuhi hukum-hukum Allah misalnya: hukum Ibadah dan Persepuluhan.  

 

 

4. BERKAT DARI KESABARAN

Yoh. 5:1-9

 

Yesus masuk ke Yerusalem. Di tepi kolam Betesda Ia melihat seseorang yang sudah 38 tahun menanti kesembuhan. Karena Yesus mengetahui kesabaran si lumpuh, maka Yesus menyembuhkannya .

I. Sabar Menanggung beban hidup

Kelumpuhan menimbulkan penderitaan-penderitaan lain yang membuat bebab hidup semakin berat, at. 5.

A. Ia terbuang dari komunitas keluarga, kesendirian dan kesepian.

B. Ia menjadi miskin – menjadi pengemis

C. Hidupnya bergantung pada belaskasihan orang lain Si lumpuh sabar menanggung semua beban itu demi kesembuhan.

Allah menuntut orang beriman untuk sabar memikul beban saat menanti pertolongan Tuhan ( 2 Kor. 6:4).

II. Sabar Menerima Kegagalan

Si lumpuh telah berusaha keras mencari kesembuhan tetapi selalu gagal – at. 6

A. Ia berusaha mencari seseorang yang mau menolongnya saat air kolam bergoncang, tapi ia galal menemukannya.

B. Ia pernah berusaha sendiri dengan merangka, tapi gagal.

C. Setiap kali ia berusaha untuk bangkit, ia selalu gagal

D. Seluruh usahanya selama 38 tahun gagal total. Meski semua usahanya gagal, ia tetap sabar untuk mencobanya lagi.

Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tetap sabar walaupun keadaan kita semakin memburuk ( Ayub. 2:9-10; 2 Kor. 4:16).

III. Sabar menunggu Menunggu adalah melintasi lorong waktu yang gelap dan tak berujung. Situasi-situasi gelap dalam menunggu:

A. Ia tidak tahu berapa lama ia harus menunggu

B. Tidak ada kepastian kapan ia sembuh – at. 4 – sewaktu- waktu

C. Tidak ada jaminan, apakah pada akhirnya ia akan mendapat kesempatan untuk sembuh. At.3 -Di sana ada sejumlah besar orang sakit. Meskipun semuanya serba tidak jelas tetapi ia tetap sabar menunggu sampai akhirnya Yesus datang dan membangkitkan dia (8-9).

Orang-orang yang mengharapkan berkat Tuhan, harus bersabar menunggu (Ibr. 6:15). Ketika Yesus telah melihat seluruh aspek kesabaran si lumpuh, Ia langsung membangkitkannya. Mujizat si lumpu berjalan.

Konklusi

Yesus melakukan mujizat karena Ia mengetahui kesabaran orang itu – Ia sabar menanggung beban hidup seorang diri, ia sabar menerima kegagalan setiap kali berusaha, ia sabar melihat orang lain berhasil sementara dirinya gagal, dan ia sabar menunggu dalam ketidak pastian. – Kesabarannya pada akhirnya menhasilkan mujizat kesembuhan.

Pepatah Barat: Sabar itu pahit tetapi hasilnya manis

Pepatah Cina: Kesabaran mengubah murbai menjadi sutra Oleh Pdt. Dr. S. Tandiassa, M.A.

Responses

  1. Terima kasih atas semuanya, maju terus Tuhan Yesus memberkati….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: